KLIkm: Saadudin Jeblok, Tapi Tetep Popular

August 30, 2011
By

Masyarakat Kabupaten Bekasi menilai pemerintahan Sa’adudin dan Darip Mulyana (SADAR) yang diusung dalam pilkada langsung tahun 2007 lalu, ternyata belum berhasil menciptakan pembangunan merata, bahkan masyarakat cenderung kecewa dengan pemerintahan mereka.

Demikian hasil survei yang dilakukan Divisi Riset Klikm.net dengan sistem angket yang disebar ke 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Survei yang dilakukan dari tanggal 20 Januari 2011 s/d 10 Maret 2011 dengan 10.000 responden 5.728 laki-laki dan 4.272 perempuan, untuk menjajaki populeritas beberapa kandidat dan tokoh masyarakat yang berpotensi menjadi pemimpin Kabupaten Bekasi mendatang.

Masyarakat yang kecewa (tidak puas) terhadap kinerja pemerintahan Sadar sebesar 69,78 persen, yang puas hanya 27,04 persen. Namun di balik kekecewaan tersebut, masyarakat masih menilai bahwa Sa’adudin berpeluang untuk maju menjadi Bupati Bekasi pada pilkada 2011 mendatang, dengan tingkat harapan sebesar 25,56 persen. Bahkan responden menilai kinerja pemerintahan Kabupaten Bekasi sebesar 68,48 persen kurang baik, menilai baik sebanyak 28,48 persen.

Sementara hasil survei yang dilakukan dengan metode pengambilan sampel acak terstratifikasi (stratified random sampling) dengan margin error 0,05 persen, kandidat yang paling popular di masyarakat, lima besarnya adalah Sa’adudin, Darip Mulyana, Saleh Manaf, Neneng Nurhasanah. diketahui bahwa Sa’adudin, yang saat ini menjadi Bupati Kabupaten Bekasi memiliki tingkat popularitas tertinggi dengan skor 25,56 persen, disusul Wakil Bupati Darip Mulyana dengan skor 22,24 persen, Saleh Manaf 14,22 persen. Dan politisi muda Golkar yang menjadi pesaing Darip, yakni Neneng Nurhasanah dengan skor 4,92 persen.

Sedangkan masyarakat yang memilih atas dasar visi dan misi untuk kabupaten Bekasi masih kecil, kebanyakan responden memilih berdasarkan pengalaman dan jaringan. Sehingga wajar saja Sa’adudin, Saleh manaf dan Darip berada di posisi teratas.

Citra positif kandidat bervariasi, penilaian lebih banyak karena persepsi responden terhadap kandidat secara langsung, tanpa media yang memfasilitasi. Seperti halnya citra negatif diberikan responden terhadap Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Mustakim, kebanyakan responden mengenalnya tetapi Mustakim dinilai kurang responsif dan tidak peduli sehingga warga kebanyakan tidak mau mengenalnya.

Sementara pemimpin ideal pemimpin yang diinginkan masyarakat adalah pemimpin berpengalaman dan memiliki jaringan kuat, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap persoalan masyarakat. Seperti diharapkan mampu memperbaiki jalan yang rusak, sekolah dan pelayanan yang baik pada masyarakat.

Program-program pembangunan yang diharapkan menjadi prioritas menurut masyarakat, saat ini sudah bagus yakni pendidikan gratis dan kesehatan gratis.

Sementara itu, hasil beberapa kajian dan pengamatan serta analisa jaringan di partai pengusung, masih terdapat beberapa nama yang masih disembunyikan di antaranya Eef Saifullah Fatah (Bupati – PDIP), Munawar Fuad (PKB), Wardah SDA (PPP), Nurul Arifin (Golkar) dan Achdar dari Demokrat. (tim survei klikm.net)

42 Responses to KLIkm: Saadudin Jeblok, Tapi Tetep Popular

  1. orang teraniaya on November 2, 2011 at 9:53 am

    goblok aja yang masih ingin saddudin jadi bupati periode kedua. pembangunan pasti akan lebih kacau lagi. karena sadudin tidak punya pemikiran skala prioritas pembangunan. proyek jalan aja di pecah pecah (takut dia sama preman – atau sahabatnya malah preman-preman)

    • slamet on December 22, 2011 at 1:24 am

      itu kan kata kamu,…yang benci berlebihan…semoga ust saaduduin jadi terpilih kembali amiiiin

      • zapretdinejad on December 22, 2011 at 10:30 am

        Sangat menyedihkan sekali klo masyarakat BEKASI masih ada yang mau jd pendukung Si SADUD, apa yg bisa dibanggakan….??? apa….??? Biaya PERIZINAN SANGAT MAHAL, prosesnya terlalu panjang, yang memungkinkan PUNGLI MERAJALELA di setiap sudut, ada BPPT bukannya mempermudah & memmurah PERIZINAN, Tapi malah membuat MAHAL karena tidak TRANSPARAN……
        Seringnya terjadi MUTASI Kepala Dinas menimbulkan pertanyaan…..ada apakah………..????

        • Acep on February 7, 2012 at 3:42 pm

          sewot amat mang sama doyok……… inyaAllah Dia Ora Menang……

    • apen sodikin on December 29, 2011 at 4:08 am

      Ha ha ha yang ga suka sadudin buktikan dengan kerja untuk mengandaskan ust sadudin dengan fear dong, klo aku sih tetap pilih sadudin lah wong daerahku maju karena salah satunya sama sadudin kok, bravo sadudin

      • Acep on February 7, 2012 at 3:40 pm

        Blegug Siah……

      • Tukang Kopi di Pemda on March 10, 2012 at 12:17 pm

        kalau sa’aduddin sudah tidak menjabat jadi bupati, baru deh keongkar semua boroknya. insya allah. kita berdo’a supaya pemimpin kita nanti adalah yang bisa mengerti semua kalangan masyarakat di kab.bekasi, dan bukan mementingkan kepentingan pribadi, kaum atau golongan saja.

  2. peragu68 on November 26, 2011 at 1:23 am

    Alhamdulillah baru kali ini jalan tambun pada bagus2. Terus perioda bupati yg dulu2 duitnya kemana ya? Apa masuk partai yg berkuasa. Lanjutkan Pa Saad, pemimpin yg amanah sangat diperlukan Masyarakat.

  3. Logika Akal,com on November 26, 2011 at 10:40 am

    Logika Akal gua mana mungkin orang kagak bagus populer. kalau populer bararti dia bagus gan…. dan berarti rakat pengen milih dia gan.. mantap nih

  4. bangolengbetara on December 22, 2011 at 2:34 am

    saling mnhujat dan menjelekan peserta pilkada tdk baik lebih baik gunakan hak pilhmu nanti pada saatnya dan jgn lupa apakah anda sudah nama trcatat dan aku ingatkan apapun hasilnya nanti jgn smpai berbuat yg merugikan masyarakat bekasi.

  5. kang arul on December 23, 2011 at 1:51 am

    “Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya”. Ungkapan tersebut ‘tak mampu’ menepiskan keinginan banyak orang yang nyatanya tetap ingin jadi pemimpin. Motif mereka bermacam-macam. Ada yang sebatas ingin mendapatkan prestise, fasilitas, kehormatan dan nama besar. Pun demikian ada juga yang benar-benar tulus, ingin membuat perubahan agar masyarakatnya menjadi lebih baik.

    Konsekuensinya, bemacam motivasi tersebut melahirkan model dan gaya kepemimpinan yang beragam. Model pemimpin yang pertama biasanya sangat hati-hati, tidak banyak mengambil keputusan yang berisiko, agar posisinya tetap aman, ini lebih bersifat kompromistis.

    Dia menginginkan suasana stabil, tenang dan kondusif. Yang diperlukan hanya anak buah loyal dan menuruti perintahnya, sekalipun tidak pintar. Orang pintar dan orang yang beroposisi diwaspadai dan sering kali dilemahkan, bahkan dijauhkan. Alhasil, orang bodoh pun masih beruntung dan tetap laku, asal loyal. Model kepemimpinan tersebut pasti melahirkan sikap munafik, loyalitas semu, stagnasi, bahkan mental korup.

    Lain halnya dengan pemimpin revolusioner yang relatif berumur lebih muda dan visioner. Dia adalah pemimpin yang kaya ide, mau berproses dan berjuang untuk mewujudkan idenya, dan yang terpenting, dia selalu berani mengambil resiko atas pelaksanaan idenya itu.

    Pemimpin revolusioner menyukai orang-orang yang memiliki kelebihan, tepatnya bukan kelebihan untuk memanipulatif, bahkan kalau perlu mereka melebihi kapabilitas dirinya. Dia tidak memikirkan kedudukan karena dia menyadari bahwa kedudukan bukanlah kehendak dan miliknya. Dia melihat bahwa keberhasilan kepemimpinannya akan terjadi jika ditopang oleh orang-orang yang berkualitas tinggi, bukan sebatas orang-orang yang berbekal loyalitas. Kalaupun loyalitas dianggap perlu, maka bukan loyalitas terhadap pemimpinnya, tetapi terhadap visi atau cita-cita besarnya. Di bawah pemimpin revolusioner, orang pintar dan orang yang memiliki keahlian tinggi sangat beruntung. Mereka terhormat dan diberi ruang untuk mengekspresikan kepintaran dan keahliannya. Bahkan, diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuannya.

    Sayang sekali, model pemimpin revolusioner tidak muncul di banyak tempat. Yang banyak bermunculan justru pemimpin yang ingin mendapatkan fasilitas, prestise, kehormatan, dan berbagai kenikmatan. Ini sering kali ditunjukan oleh sikap ketidak puasan dalam kepemimpinan yang akhirnya mendorong diri agar mencalonkan kembali dirinya diperiode kedua dan bahkan jika bisa ketiga, ke empat dan seterusnya. Dengan alasan utuk melanjutkan pembangunan di bawah kepemimpinannya. Ini yang sering orang sebut sebagai Incumbent.

    Barangkali memang ada ‘syarat’ bahwa kepala daerah yang hendak mencalonkan diri kembali, harus menunjukkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakatnya. Harus ada peningkatan yang jelas untuk pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) dalam kepemimpinannya di periode pertama. Ini yang patut ditunjukan secara nyata terhadap masyarakat sebagai tanggung jawab moral seorang pemimpin yang benar, bukan saja pintar dan bergelar.

    Selain itu, penting juga untuk dikoreksi laporan keuangan semasa kepemimpinannya pada periode pertama. Wacana ini bertujuan untuk meminimalisir tindakan curang atau sikap ‘tebar pesona’ calon Incumbent, yang ingin memperpanjang kekuasaannya, tanpa ada pencapaian prestasi.

    Jika ingin melanggengkan kekuasaan, maka calon Incumbent, dituntut harus bekerja keras meraih prestasi. Tapi apakah itu saja berimbang dan cukup? Jawabannya TIDAK !!! Karena sering kali calon incumbent melakukan prestasi pada saat-saat yang dekat atau berkaitan dengan kepentingan pilkada, agar dapat menjadi ajang promo diri di masyarakat, dan itu tidak gratis.

    Dia mampu merilis berbagai prestasi yang ia capai yang sering kali bermuatan politis, tapi tak mampu dan takkan mau legowo merilis target pemerintahan yang nyatanya lebih banyak belum tercapai dan bahkan terabaikan. Lalu pertanyaannya, apakah rakyat mau memilih pemimpin yang seperti ini?

  6. Suspito_Otoy on January 7, 2012 at 11:00 am

    Bener tuh orang yang ngejelekin bupati ketauan gk kebagian berkat, inget bang jangan kebanyakan berkat itu semua duit rakyat yang harus dikembalikan kerakyat melalui pembangunan, tuh 700 Km jalan beton yang dinjek, tuh santunan kematian, itu baru contoh kecil masih banyak yg kudu dideleh pake hati nurani, pokoknya lanjutkan SAJA.

  7. Idi Iman on January 8, 2012 at 3:35 pm

    PILIH SAJA PASTI DASYAT PEMENANGNYA NERO
    MARI KITA BERSAMA MASYARAKAT BEKASI SUKSESKAN PILKADA BEKASI 2012

  8. TB susilo on January 12, 2012 at 2:48 am

    InsyaAllah Ust Saadudin kembali terpilih melanjutkan Pembangunan Bekasi yang smakin Baik….:-)

    • Tukang Kopi di Pemda on March 10, 2012 at 12:20 pm

      sebaiknya tolong anda tanya semua staff sampai pejabat pemda kab.bekasi, apakah kinerjanya di kab.bekasi sudah baik.

  9. Acep on February 7, 2012 at 3:38 pm

    Jangan bawa-bawa nama Ustadz daaaah…….. Ustadz…. Ustadz…. kelakuan bejad

    • zeki on February 19, 2012 at 10:14 am

      alangkah lucunya daerah kelahiranku.pejabatnya berebutan memperkaya diri dan kelompoknya,sampai-sampai ada yang disikut tak dikasih jatah lagi karena sudah mencalonkan diri jadi ketua partai politik.akhirnya yang sakit hati membongkar borok korupsi sipejabat.memang,daerahku kayaknya butuh orang baru untuk menjadi pemimpin.

  10. kayden on February 18, 2012 at 3:52 pm

    DAHSYAT yg bkal menang,
    bnyak kbohongan yg blum trungkap di masa pemerintahan saad, klo gue sbutin ga ckup buat comen dsini…yg psti klo trungkap bisa msuk sel tuh bupati..

  11. doni on February 19, 2012 at 10:43 am

    bupati KORUPSI itu sudah biasa.banyak kok bupati yang sudah ditangkap KPK karena dugaan KORUPSI.jangan kaget dan berlebihan lah menyikapinya,kasihan bupati kita.kenapa kok baru di bongkar sekarang sama pak wakil?..pak wakil bukannya diasingkan karena ada banyak laporan dari yang punya kepentingan bahwa beliau terlalu terbuka dalam transaksi rintisan proyek.sehingga ditakutkan akan menyederai nama baik pasangan bupati dan wakilnya.aku jadi pusing sebagai pendukung mereka pada PILKADA 2007-2012.kesimpulannya,mereka berati sama-sama memperkaya diri dong.aku jadi kecewa berat sama mereka.

    • zeki on February 19, 2012 at 10:54 am

      BUPATI korupsi itu BIASA.tapi BUPATI kita itu kan USTADZ?.waduh,kacau dah bangsa ini.tapi,USTADZ itu kan manusia juga.

  12. zeki on February 19, 2012 at 11:07 am

    bupati KORUPSI itu sudah biasa.banyak kok bupati yang sudah ditangkap KPK karena dugaan KORUPSI.jangan kaget dan berlebihan lah menyikapinya,kasihan bupati kita.kenapa kok baru di bongkar sekarang sama pak wakil?..pak wakil bukannya diasingkan karena ada banyak laporan dari yang punya kepentingan bahwa beliau terlalu terbuka dalam transaksi rintisan proyek.sehingga ditakutkan akan menyederai nama baik pasangan bupati dan wakilnya.aku jadi pusing sebagai pendukung mereka pada PILKADA 2007-2012.kesimpulannya,mereka berati sama-sama memperkaya diri dong.aku jadi kecewa berat sama mereka.

  13. razak on February 20, 2012 at 10:03 am

    Alangkah malangnya daerah kelahiranku.BEKASI adalah daerah RELIGI dan kaya akan sumber daya alamnya.bpk SA’DUDDIN yang terhormat,kenapa kamu tega menodai DAERAH mu?..dulu aku dan kawan2ku sanak famili dan keluargaku semua mengamanahkan SADAR sebagai BUPATI dan WAKILNYA.tapi kini KAMI semua sudah skeptis sama bapak.pak,BUPATI KORUPSI itu sudah biasa,tapi bapak itu BUPATI yang USTADZ .bapak kan tahu agama kita melarang untuk KORUPSI.aku kira bapak bisa AMANAH,ternyata..aduhh.

  14. murtado mursalim on February 22, 2012 at 1:23 am

    Untuk Bang Kayden, sebagai warga bekasi yang baik, anda saya tantang untuk mengungkapkan kebenaran kata – kata Abang, Kaitannya dengan Saadudin yang korupsi, kalau anda menutup – nutupi berarti anda berkomplot dengan beliau dong, kalau gitu ama aja Bo’ong…?, Buka aja Bang demi Bekasi yang lebih baik.

    • Awaludin Putra Bhagasasi on March 7, 2012 at 3:17 am

      mantaps…jangan menggonggong doank kan bang!!! ya,gua akur nih sama bang Murtado…

  15. Aziz on February 22, 2012 at 11:14 am

    Jangan asal komen kalau isinya ngga baik. Seenaknya menghujat bupati yg sedang menjabat. Kalau bilang korupsi dll mana buktinya?? Kalau menuduh bahwa Pak Bupati korupsi kenapa tidak melaporkan saja ke KPK?? Bodoh! KPK punya hotline 24 jam. Yang ilmiah dan bertanggung jawab ya.

    Alasan-alasan di atas seperti dipolitisasi. Sengaja menimbulkan opini-opini publik yang menyimpangkan.

    Sukseskan pemilukada, Pasti ada yang terbaik dari yang paling baik. Seorang Bupati bersih tanpa diikuti aparat-aparat yang bersih pun bisa mencoreng namanya. Jadi lakukanlah monitoring ke semua aspek termasuk diri kita sendiri.

    • umar on February 24, 2012 at 4:10 am

      perasaan sudah dilaporkan ke KPK dah,cuma mungkin KPK masih banyak kerjaan kali,karena banyak sekali laporan yang masuk.jadi,ya kita tinggal tunggu nanti pemeriksaan dari KPK.mudah-mudahan semua terungkap.kedepan KABUPATEN BEKASI bebas dari KORUPSI.AMIIN.

    • syahrul asyron on March 12, 2012 at 2:03 am

      amiiin, semoga KPK ga mampir ke kabupaten BEKASI.. yuk mari… ga ada gading yang ga retak, mari kita realistis aja bro, semua calon adalah orang baik tapi semoga yang terbaik menang.. amiiin.

  16. faiz on February 23, 2012 at 4:07 am

    masalah dugaaan KORUPSI BUPATI BEKASI sudah dilaporkan ke KPK beserta barang buktinya.tinggal kita menunggu tindak lanjut dari pihak KPK.KPK kita sedang banyak memproses kasus dugaan korupsi,jadi kita sebagai warga kabupaten BEKASI harap sabar dan tenang.kita serahkan semua ke KPK INSYA ALLAH semua nanti terbuka semua.amiin.semoga kedepan kabupaten BEKASI bebas dari bahaya laten KORUPSI.

  17. masrowi on March 6, 2012 at 6:18 pm

    Lanjutkan, kata Sa’aduddin wkt sy ketemu di Bandung. Untuk pembangunan bekasi hrslah bertahap, ga mungkin seluruhnya dijangkau dg sempurna.

  18. Nur Al Ahmadi on March 7, 2012 at 2:05 am

    buat anda-anda semua yang bercoment tentang bupati yg buruk-buruk.,itu semua salah dan tidk terbukti.., kita lihat saja nanti sipa yang menang, yang menang itu tandanya orang yg dipilih Allah.., dan dia adalah orang amanah.

  19. Awaludin Putra Bhagasasi on March 7, 2012 at 3:24 am

    Bekasi ya Bekasi.Jangan bikin komen-komen yang nggak2 deh.sama gua juga orang Bekasi.Malah yang penting sekarang ini bagaimana mendidik dan mengarahkan masyarakat Bekasi biar BERMARTABAT dan SEJAHTERA.Bupati sama Wakilnya cuma bedua,nah… dari kita nih yang ngerasa putra Bekasi bangun Daerah kita buat sodara-sodara kita juga yang di Bekasi.Tetep saya mah Dukung 2 SAJA…!

  20. Awaludin Putra Bhagasasi on March 7, 2012 at 3:34 am

    kagak ada yang menang dan kalah dalam pilkada sekarang ini… semua harus tetep satu logika bangun Bekasi,bangun Bekasi,Ayo Lanjutkan Bangun Bekasi…..!!! Allahu Akbar.
    Coba semua mikir dah….?ups udah blum?
    Gini,Nenek moyang kita bersatu padu dan susah payah jagain nih tanah yang kita injek biar kagak direbut ama penjajah,,, eh sekarang PILKADA udah kaya rebutan “Warisan”.sering2 istighfar sebab banyak setan yang akan selalu menggoda kita,terlebih-lebih masalah dunya… faham murun.

  21. robby on March 10, 2012 at 7:39 am

    baik buruknya calon kandidat rakyat bekasi yang menentukan di pilkada 11 maret

  22. ************** on March 10, 2012 at 3:09 pm

    LANJUTKAN no.2 SAJA…gak usah dihiraukan.
    Kita tidak bisa memastikan apapapun dimasa depan karena besok adalah misteri, pun juga kita tidak bisa merubah apapun dimasalalu karena yang tertinggal hanya memori dan akibat darinya.

    • muji on March 11, 2012 at 11:27 am

      LANJUTKAN SAJA, JUGA mudah2an periode ke dua lebih SIIIIIP.

      Acung Jempol 4 ( jempol tangan 2, kaki 2 )tuk Pak JAmal. Beliau sudi meninggalkan dunia kampus di Malang karena tidak iklas kalo bekasi di huni oleh para koroptor2,… xixixixix

  23. Tukang Kopi di Pemda on March 10, 2012 at 7:56 pm

    jangan remehkan kaum non muslim, kami kaum minoritas, tapi kami warga yang cinta bekasi. semoga aspirasi kami tersalurkan oleh pemimpin di masa depan. coblos no.3 DAHSYAT

  24. one ipohan on March 11, 2012 at 12:57 am

    tidak ada kata LANJUTKAN, karena sy tidak melihat tindakan nyata dari pasangan Bupati dan wakil bupati yg sekarang.

    • bang zul on March 12, 2012 at 11:13 am

      yang ada kata HENTIKAN,jangan DI TERUSKAN.

  25. muji on March 11, 2012 at 11:23 am

    dari yang tidak baik ( jelek )pasti ada yang baik.

    MUdah2an siapa yang memimpin bekasi bisa lebih maju dan buruh tidak sering2 demo. Karena kesejahteraan dan perda2 tidak merugikan buruh.

  26. syahrul asyron on March 12, 2012 at 2:05 am

    pemimpin yang dipilih oleh rakyatnya sejatinya adalah pelayan bagi rakyat yang memilihnya.. apakah itu sudah terjadi di KABUPATEN BEKASI ??? saya tunggu respon anda sekalian.

  27. effendi MM2100 on March 14, 2012 at 2:33 am

    hasil kpud sudah jelas pak uztad kalah
    artinya tidak amanah..partai munafik..rakyat muak dengan tingkah polahnya..berbalut agama demi kekuasaan.

    • Tukang Kopi di Pemda on March 22, 2012 at 3:11 am

      Setuju Sekali dengan pendapat abang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Komando!


User Login